1 Korintus 13:4

Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

Selasa, 29 Juni 2010

Arti Cinta Kasih yang sesungguhnya

Sangat sulit untuk memiliki cinta seperti ini, cinta tanpa syarat. Maksud saya cinta sejati, CINTA-nya cinta. Tidak hanya cinta antara wanita dan pria, tidak hanya cinta antara saudara dan sahabat, tetapi cinta itu sendiri, Anda paham, SANG CINTA; sangat sulit untuk dimiliki. Tentu saja Anda dapat memulainya dengan cinta terhadap anggota keluarga, sahabat, suami, dan istri, sebagai contoh, atau teman laki-laki dan perempuan.
Cinta hadir di antara Anda, bahkan terkadang di antara musuh. Dengan cinta ini, kita dilahirkan. Bahkan sebelum kita datang ke sini, kita telah memiliki cinta ini; namun lama-lama, selain masyarakat menanggalkannya atau pengalaman buruk membuat kita kecewa, kita kemudian menguncinya. Kadang kita hanya menutup pintu, kita tidak menguncinya;  tapi setelah dua bulan atau dua apapun, kita benar-benar menguncinya dan kita tidak ingin membukanya lagi lalu membuang kuncinya.
Jadi, cinta itu tidak memiliki kesempatan untuk berkembang lagi, untuk membuka diri dan menyebar ke segala penjuru. Bila kita terus berpegang pada cinta tersebut, kita tidak akan pernah kehilangannya. Bila kita kehilangan cinta, itu karena kita menginginkannya; kita hanya ingin bertindak yang berlawanan dengan cinta. Jika tidak, setiap orang dapat benar-benar kehilangan cinta, kapan saja; dengan alasan apapun. Hidup ini sudah cukup membuat kita kehilangan segalanya, belum membahas perihal cinta! Tetapi kita selalu memilikinya, hanya saja kita harus menggunakannya, karena hanya itu yang kita miliki. 
Itulah diri kita: cinta. Bila kita tidak menggunakannya, maka tentu saja ia menjadi seperti tertutup atau menyusut; ia masih ada di sana, hanya saja tidak berkembang, tidak diperbarui, tidak digunakan atau dimanfaatkan dalam hal apapun.
Ketika melalui beberapa kesempatan atau situasi, atau setiap kali Anda merasa bahwa Anda siap mati untuk orang lain, itu berarti Anda memilikinya. Anda memilikinya secara total. Anda tidak keberatan untuk mengorbankan diri Anda sendiri atau hidup Anda untuk anak-anak Anda, untuk istri Anda, ibu Anda, ayah Anda atau bahkan anjing Anda. Pada saat itu, Anda terhubung secara total dengan cinta Anda. Dan bila Anda terus seperti ini, setiap saat selalu dalam sikap mental seperti ini, maka Anda tidak membutuhkan saya. (Guru dan setiap orang tertawa) Anda tidak membutuhkan saya sama sekali. Anda sudah siap di jalan Anda menuju Surga, tingkat lima, level apapun yang tersedia.
Cinta seperti itu tidak perlu ada air mata, atau pelukan, atau tulisan surat, atau kalimat-kalimat yang indah atau puisi yang agung; ia tidak harus seperti itu. Cukup menyadarinya di dalam hati Anda bahwa Anda bersedia memberikan hidup Anda apabila diperlukan, kepada siapa saja. Bila hati Anda seperti itu, sadar bahwa Anda yang berkuasa di dalam diri Anda sendiri, bahwa Anda benar-benar berada di dalam cinta tersebut dan Anda tidak akan kehilangannya, maka Anda sungguh agung.
Tetapi hal lain kadang berhubungan dengan karma... seperti dalam kehidupan yang lalu, seseorang telah menyelamatkan Anda dan di kehidupan ini, Anda bersedia menyelamatkan orang tersebut. Jadi hal tersebut bukanlah cinta, itu hanya karena dorongan karma yang membuat Anda bertindak demikian. Tetapi bila Anda melakukan itu dengan CINTA di dalam hati Anda, Anda mengerti maksud saya? Bila Anda bersedia untuk berkorban, bila Anda menghendakinya, secara sadar melakukannya, itu hal yang berbeda.


Jadi ada dua atau tiga jenis yang disebut dengan cinta tanpa syarat. Terkadang kelihatan seperti cinta tanpa syarat, tetapi itu hanya karena dorongan karma atau terkadang pembayaran kembali. Seperti saat terakhir, ketika seseorang yang begitu baik pada Anda melakukan sesuatu yang luar biasa kepada Anda, maka di kehidupan sekarang Anda berjanji untuk kembali dan melakukan apapun untuk membayar kembali semua kebaikannya. Hal ini melekat di dalam diri Anda, tercetak di dalam hati Anda. Jadi Anda ingin melakukan apapun untuk orang tersebut, bahkan menyerahkan hidup Anda. Itu merupakan perasaan yang dalam hanya untuk satu orang saja dan itu berbeda.
Tetapi bila Anda ingin berkorban untuk siapa saja kapanpun dibutuhkan, maka itu berbeda. Ketika orang tersebut membutuhkan atau ketika situasi membutuhkan, dan Anda bersedia mengorbankan hidup Anda sehingga orang itu tetap aman dan bertahan hidup, itu hal yang berbeda. Itulah cinta tanpa syarat yang sebenarnya, bukan cinta yang mungil, bukan untuk seseorang yang Anda sukai. Itu juga baik, tetapi tidak sebaik bila Anda berkorban untuk setiap orang, bahkan orang asing sekalipun.

Seperti cinta yang Yesus miliki untuk murid-murid-Nya pada saat itu atau untuk umat manusia pada saat itu: Ia tidak hanya berkorban untuk murid-murid-Nya. Tentu saja Ia melakukan itu untuk para murid-Nya, karena Ia mengambil alih semua konsekuensi karma murid-murid-Nya pada saat itu; namun termasuk karma kolektif dari seluruh planet. Ia tentu saja tidak dapat mengubah planet dalam satu malam, beberapa bagian karma akan menjadi tanggungan-Nya karena seorang murid terhubung dengan murid lainnya atau dengan orang lain, dan orang lain itu juga terhubung... jadi pada dasarnya seluruh umat manusia, semuanya terhubung.
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai,
Pertemuan di  Prancis, 17 Februari 2009
(Asal bahasa Inggris)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar